Kamis, 12 Agustus 2010

SEGARNYA ES KOLANG KALING

Bahan:

2 kg buah atap/kolang-kaling
2 liter air cucian beras *)
1, 5 liter air
4 lembar daun jeruk purut
2 lembar daun pandan, potong-potong
600 g gula pasir
pewarna makanan (Merah atau Hijau)

Kalau ditambahkan vanili 1 sdt untuk membuatnya lebih wangi

Cara membuat:

  • Cuci bersih kolang-kaling. Rendam kolang-kaling dalam air cucian beras selama 4 jam atau lebih agar lendir dan aroma asamnya hilang. Tiriskan.
  • Bilas dengan air bersih, tiriskan kembali.
  • Rebus kolang-kaling bersama air, daun jeruk, dan daun pandan hingga mendidih.
  • Masukkan gula dan beri beberapa tetes pewarna merah. Masak terus hingga air berkurang dan kolang-kaling menjadi merah. Tiriskan kolang-kaling.
  • Jerangkan air siropnya hingga agak kental. Masukkan kembali kolang-kaling dan masak dengan api kecil hingga air siropnya habis atau hampir kering. Angkat.
  • Dinginkan.
  • Taruh dalam wadah tertutup. Simpan dalam lemari es.

Selamat mencoba.............................!

Selasa, 10 Agustus 2010

TIPS PUASA SEHAT

NIAT PUASA
Niat yang kuat untuk berpuasa menyebabkan fisik kita siap untuk menghadapi sesuatu yang diakibatkan oleh puasa tersebut. Diketahui bahwa kadar asam lambung orang yang niat puasa lebih rendah dari orang yang kelaparan. Hal ini karena niat puasa menyebabkan penekanan pusat lapar di otak sehingga kita siap menahan lapar sampai waktu berbuka.

TETAP MAKAN SAHUR
Makan sahur penting bagi kita untuk memperoleh cadangan energi dalam melakukan aktifitas keseharian. Bila tidak sahur seseorang akan mudah menjadi hipoglikimia dimana kadar gula dalam darah turun. Hal ini menyebabkan tubuh cepat menjadi lesu, loyo dan mengantuk, bahkan mudah marah.

HINDARI MAKANAN DAN MINUMAN YANG BANYAK MENGANDUNG GULA SAAT SAHUR
Makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung gula akan memacu tubuh memproduksi insulin untuk segera menetralkan kadar gula dalam darah. Akibatnya rasa lapar akan cepat timbul dan badanpun menjadi cepat lemas danlesu. Perbanyak makanan yang mengandung protein tinggi karena protein akan diolah lebih lambat disbanding jenis makanan lain.

SEGERA BERBUKA PUASA PADA WAKTUNYA
Segeralah berbuka dengan makanan yang manis (korma) dan secukupnya, makanan yang manis lebih baik untuk usus yang kosong dan lebih cepat diubah menjadi energi. Makan dan minumlah kamu jangan berlebihan.

Tips Menu Sehat di Bulan Ramadhan

Sayuran kaya vitamin dan mineral. Juga tinggi serat. Serat inilah yang bisa menahan rasa lapar dalam waktu yang relatif lebih lama. Cocok untuk masa puasa.

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih maksimal, campur beras putih dengan separuh bagian beras merah. Beras merah lebih tinggi kandungan proten, serat, dan nutrisi lainnya dibanding beras putih.

Selamat mencoba .....................!

Kamis, 24 Juni 2010

Gurih Pedas Hidangan Tapanuli Selatan


Makanan yang wajib dicoba bila Anda berkunjung ke Medan. Ibu kota Sumatera Utara ini memiliki bermacam makanan khas daerah yang menggugah selera.

Ikan salai gulai, ikan haporas sambal, dendeng, ikan mas arsik, sambal pati petai, dan daun ubi tumbuk adalah sebagian kecil sajian Rumah Makan Tapanuli Selatan yang bisa dijumpai di Medan.Ikan limbat yang diambil dari Sungai Batang Toru yang diasapi dengan kayu hutan menyajikan rasa gurih di lidah penikmat masakan tradisional. Kelezatannya semakin terasa karena sebelum digulai, ikan asap ini harus kembali dibakar sehingga seluruh aroma dan rasanya keluar.

Untuk membuatnya, cukup disiapkan bumbu gulai biasa, ditambah dengan taburan bawang batak, bawang prei, dan satu bumbu rahasia lagi. Bedanya, bumbu ikan salai gulai di sini tidak menggunakan bawang merah, melainkan diganti dengan bawang. Bawang batak memberikan efek wangi pada makanan sehingga menimbulkan gairah makan bagi yang menciumnya.

Adapun bawang prei berfungsi menghilangkan bau anyir pada ikan. Lain dengan menu ikan salai gulai. Menu tersebut istimewa karena tersaji dengan ikan segar. Masakan Tapanuli Selatan selalu identik dengan ikan yang sudah diasapi, tapi ikan mas gulai disajikan ikan segar. Cara memasaknya hampir sama dengan ikan mas arsik dari Toba. Namun, masakan tersebut tidak menggunakan buah andalima yang getir. Selain itu, ikan mas arsik ala Tapanuli Selatan ini juga menggunakan santan, berbeda dengan ikan arsik dari Toba.

Ikan arsik khas Toba biasanya dimasak tanpa dibersihkan terlebih dahulu sisiknya. Jadi, harus dibersihin seluruhnya sebelum dilumuri bumbu dan digulai sampai matang. Setelah matang pun, tidak boleh dibuka supaya keharumannya tetap terjaga. Menu favorit lain adalah sambal pati petai. Meski berbahan dasar petai, menu kali ini rasanya manis ketika dicicipi. Hal tersebut dikarenakan sambal ini menggunakan pati santan dalam membuatnya.

Adapun beberapa bahan yang digunakan adalah petai, pati santan, ikan teri asin, bawang batak, batak prei, dan bumbu gulai lainnya. Pati santan yang dimasak hingga mengeluarkan minyak benar-benar memberikan rasa nikmat.

Adapun menu favorit lainnya yang tidak kalah sedap untuk dinikmati adalah ikan haporas.Ikan asap berukuran kecil ini dapat dilahap seluruhnya karena tulang-tulangnya sangat rapuh. Sulit sekali memakan ikan ini kalau dimasak segar karena durinya yang banyak. Namun, setelah diasapi, durinya menjadi rapuh dan enak disantap. Sambal ikan ini juga berbeda dengan sambal biasa, lebih kering. Menurut ibu tujuh anak tersebut, rahasianya karena sambal ikan haporas tidak menggunakan bawah merah ketika memasaknya, melainkan hanya ditaburi bawang prei dan bawang batak.

Ehmm ..... sedapnya.

Rabu, 23 Juni 2010

TERONG MASAK TAUCO PEDAS


BAHAN 4 ungu, masing – masing potong 2 memanjang, rendam air garam 120 gram daging sapi giling Minyak untuk menumis 1 sendok teh minyak wijen ¼ sendok teh lada hitam
BAHAN A
2 siung bawang putih, cincang 2 sendok teh cincang 2 sendok teh daun bawang cincang 1 sendok teh tauco pedas 1 sendok teh minyak cabai 100 gram kapri, siangi BAHAN B ¼ sendok teh garam ½ sendok teh gula 1 sendok makan pasta tomat 1 sendok makan kecap asin ¼ gelas kaldu sapi 2 sendok makan air sagu CARA MEMASAK Goreng terong hingga empuk, angkat tiriskan. Tumis bahan A masukan daun sapi giling, masak hingga daging berubah warna. Masukan bahan B, aduk rata tutup hingga daging matang. Sebelum diangkat, masukan air sagu,aduk rata angkat. Taburi lada hitam dan minyak wijen. Siram di atas terong goreng

Selasa, 22 Juni 2010

Dirikanlah Shalat


Allah adalah al-Hakim, pemilik hikmah, tidak ada sesuatu yang Dia syariatkan kecuali ia pasti mengandung hikmah, tidak ada sesuatu dari Allah yang sia-sia dan tidak berguna karena hal itu bertentangan dengan hikmahNya, dan kita sebagai manusia dengan keterbatasan tidak mungkin mengetahui dan mengungkap seluruh hikmah yang terkandung dalam apa yang Allah syariatkan dan tetapkan, apa yang kita ketahui dari hikmah Allah hanyalah sebagian kecil, dan yang tidak kita ketahui jauh lebih besar, “Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Al-Isra`: 85). Sekecil apapun dari hikmah Allah dalam sesuatu yang bisa kita ketahui, hal itu sudah lebih dari cukup untuk mendorong dan memacu kita untuk melakukan sesuatu tersebut karena pengetahuan tentang kebaikan sesuatu melecut orang untuk melakukannya.

Ibadah shalat yang merupakan ibadah teragung dalam Islam termasuk ibadah yang kaya dengan kandungan hikmah kebaikan bagi orang yang melaksanakannya. Siapaun yang mengetahui dan pernah merasakannya mengakui hak itu, oleh karena itu dia tidak akan rela meninggalkannya, sebaliknya orang yang tidak pernah mengetahui akan berkata, untuk apa shalat? Dengan nada pengingkaran.

Pertama: Manusia memiliki dorongan nafsu kepada kebaikan dan keburukan, yang pertama ditumbuhkan dan yang kedua direm dan dikendalikan, dan sarana pengendali terbaik adalah ibadah shalat. Kenyataan membuktikan bahwa orang yang menegakkan shalat adalah orang yang paling minim melakukan tindak kemaksiatan dan kriminal, sebaliknya semakin jauh seseorang dari shalat, semakin terbuka peluang kemaksiatan dan kriminalnya.

Firman Allah, “Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut: 45).

Dari sini kita memahami makna dari penyandingan Allah antara menyia-nyiakan shalat dengan mengikuti syahwat yang berujung kepada kesesatan.

Firman Allah, “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (Maryam: 59).

Kedua: Seandainya seseorang telah terlanjur terjatuh kedalam kemaksiatan dan hal ini pasti terjadi karena tidak ada menusia yang ma’shum (terjaga dari dosa) selain para nabi dan rasul, maka shalat merupakan pembersih dan kaffarat terbaik untuk itu.

Rasulullah saw mengumpamakan shalat lima waktu dengan sebuah sungai yang mengalir di depan pintu rumah salah seorang dari kita, lalu dia mandi di sungai itu lima kali dalam sehari semalam, adakah kotoran ditubuhnya yang masih tersisa?

Dari Abu Hurairah berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرَاً بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟ قَالُوا: لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ، قَالَ: فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ يَمْحُو الله بِهِنَّ الخَطَايَا.

“Menurut kalian seandainya ada sungai di depan pintu rumah salah seorang dari kalian di mana dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali, apakah masih ada kotorannya yang tersisa sedikit pun?” Mereka menjawab,”Tidak ada kotoran yang tersisa sedikit pun.” Rasulullah saw bersabda, “Begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Dari Ibnu Mas’ud bahwa seorang laki-laki mendaratkan sebuah ciuman kepada seorang wanita, lalu dia datang kepada Nabi saw dan menyampaikan hal itu kepada beliau, maka Allah menurunkan, “Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (Hud: 114) Laki-laki itu berkata, “Ini untukku?” Nabi saw menjawab, “Untuk seluruh umatku.” (Muttafaq Alaihi).

Ketiga: Hidup manusia tidak terbebas dari ujian dan cobaan, kesulitan dan kesempitan dan dalam semua itu manusia memerlukan pegangan dan pijakan kokoh, jika tidak maka dia akan terseret dan tidak mampu mengatasinya untuk bisa keluar darinya dengan selamat seperti yang diharapkan, pijakan dan pegangan kokoh terbaik adalah shalat, dengannya seseorang menjadi kuat ibarat batu karang yang tidak bergeming di hantam ombak bertubu-tubi.

Firman Allah, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (Al-Baqarah: 45).

Ibnu Katsir berkata, “Adapun firman Allah, ‘Dan shalat’, maka shalat termasuk penolong terbesar dalam keteguhan dalam suatu perkara.”

Firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153).

Ibnu Katsir berkata, “Allah Taala menjelaskan bahwa sarana terbaik sebagai penolong dalam memikul musibah adalah kesabaran dan shalat.”

Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Hudzaefah bahwa jika Rasulullah saw tertimpa suatu perkara yang berat maka beliau melakukan shalat. (HR. Abu Dawud nomor 1319).

Keempat: Hidup memiliki dua sisi, nikmat atau musibah, kebahagiaan atau kesedihan. Dua sisi yang menuntut sikap berbeda, syukur atau sabar. Akan tetapi persoalannya tidak mudah, karena manusia memiliki kecenderungan kufur pada saat meraih nikmat dan berkeluh kesah pada saat meraih musibah, dan inilah yang terjadi pada manusia secara umum, kecuali orang-orang yang shalat. Orang yang shalat akan mampu menyeimbangkan sikap pada kedua keadaan hidup tersebut.

Firman Allah, “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.” (Al-Ma’arij: 19-23).

Ibnu Katsir berkata, “Kemudian Allah berfirman, ‘Kecuali orang-orang yang shalat’ yakni manusia dari sisi bahwa dia memiliki sifat-sifat tercela kecuali orang yang dijaga, diberi taufik dan ditunjukkan oleh Allah kepada kebaikan yang dimudahkan sebab-sebabnya olehNya dan mereka adalah orang-orang shalat.”

Sebagian dari hikmah yang penulis sebutkan di atas cukup untuk membuktikan bahwa shalat adalah ibadah mulia lagi agung di mana kita membutuhkannya dan bukan ia yang membutuhkan kita, dari sini kita mendapatkan ayat-ayat al-Qur`an menetapkan bahwa perkara shalat ini merupakan salah satu wasiat Allah kepada nabi-nabi dan wasiat nabi-nabi kepada umatnya.

Allah berfirman tentang Isa putra Maryam, “Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan dia mewasiatkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.” (Maryam: 31).

Allah berfirman tentang Musa, “Dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Thaha: 14).

Allah berfirman tentang Ismail, “Dan ia menyuruh ahlinya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.” (Maryam: 55).

Allah berfirman tentang Ibrahim, “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (Ibrahim: 40).

Allah berfirman tentang Nabi Muhammad, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (Thaha: 132).
Wallahu a’lam.